Makanan khas Bali, cara kita sukanya makan

Setelah delapan tahun tinggal di Bali, kami kira pulau ini udah nggak bisa bikin kami kaget lagi. Terus, ada pencari makanan di hutan Payangan yang nyodorin ulat sagu bakar pakai tusuk, diiringi dengungan lebah tanpa sengat di atas kepala kami dan aroma rempah liar di sekeliling kami. Kami makan, dan gigitan itu ngasih tahu kami lebih banyak tentang makanan Bali dibanding bertahun-tahun makan di restoran.

Budaya Kuliner Bali, di Luar Restoran

Bali terkenal dengan pura dan pantainya, dan akhir-akhir ini juga makin dikenal karena scene restorannya (panduan fine dining Bali kami ngulas yang terbaiknya). Yang sering terlewat adalah semua yang ada di baliknya: mulai dari pasar malam yang hidup setelah gelap, kompleks keluarga di mana resep-resep diolah turun-temurun, sampai sawah-sawah yang nggak cuma membentuk makanan, tapi juga seluruh ritme spiritual kehidupan Bali. Buat pasangan yang mau nyari, Bali nawarin sesuatu yang nggak bisa ditawarin sama kebanyakan destinasi honeymoon lain, pengalaman kuliner lokal yang asli, bukan yang udah dikemas buat turis. Di bawah ini, ada rekomendasi kami buat teman dekat.

Pasar malam di Bali

Ada suasana malam di Bali yang kebanyakan wisatawan nggak pernah nemuin. Ini adanya di pasar malam, tempat warga lokal kumpul setelah gelap jauh sebelum pariwisata masuk. Ini bukan โ€˜night marketโ€™ yang udah diatur-atur atau sengaja dibikin buat pengunjung. Mereka adalah pasar makanan terbuka di mana asap dari arang panggangan campur aduk sama bau pisang goreng dan kelapa berbumbu, kursi plastik ditarik ke meja-meja dadakan, dan suasananya rame banget sampai bikin senang. Satu hal yang perlu kamu tahu: makan kenyang di sini harganya lebih murah dari secangkir kopi di tempat lain mana pun kamu makan minggu ini.

Makanan lokal di pasar malam Bali Makanan lokal di pasar malam Bali

Pokoknya makanannya juara. Ada sate (satay) dengan berbagai variasi, mulai dari ayam, babi, sampai ikan cincang yang dililit serai dan dibakar di atas arang batok kelapa. Nasi campur itu gampangnya nasi dengan lauk apa aja yang bikin kamu ngiler malam itu, mungkin nangka muda masak, tempe goreng, kacang panjang berbumbu, atau sepotong bebek goreng renyah. Ayam bakar itu ayam panggang yang dilumuri kecap manis dan kunyit. Kalo mau yang manis, coba deh martabak, pancake tebal yang isinya macem-macem, bisa manis atau asin, dan menurut kita, ini salah satu street food di Asia Tenggara yang paling underrated. Jangan lupa pesen pisang goreng selagi hangat, karena rasanya jauh lebih enak dari yang kamu bayangin. Jus segar baru peras bakalan bikin makanmu makin lengkap, dan kamu bisa minta gulanya dikit aja atau nggak pake gula sama sekali.

Kalo mau nyobain rasa yang paling lokal, cari deh jajan Bali, kue tradisional Bali dengan warna-warni yang sama sekali nggak ngegambarin rasanya bakal gimana. Salah satu favorit kita itu laklak, pancake tepung beras kecil yang disajikan dengan kelapa parut dan sirup gula aren. Ada lagi klepon, bola ketan hijau kenyal yang isinya gula aren cair. Jadi, gigitnya hati-hati ya, kalo nggak, bisa muncrat! Banyak hotel paling mewah di Bali nyajiin snack ini buat afternoon tea, tapi rasanya jauh lebih enak kalo di pasar.

Buat pasangan, malam-malam di pasar malam itu salah satu hal paling otentik dan murah yang bisa kalian lakuin di Bali. Kalian serasa masuk ke rutinitas malam orang lain, dan itu jarang banget bisa dirasain sama turis.

Pasar malam favorit kami di Bali

1. Gianyar Night Market (Pasar Senggol Gianyar)

Kalo mau malam kuliner yang ramai dengan pilihan beragam, Pasar Senggol Gianyar itu pilihan kami. Tempatnya cukup besar buat nawarin banyak pilihan tanpa kehilangan karakter lokalnya, dan baru mulai ramai setelah jam 6 sore. Para foodies datang jauh-jauh dari seluruh pulau ke sini demi babi guling renyahnya (suckling pig) dan ayam betutu yang kaya rasa (slow-cooked spiced chicken).

Sekitar 30 menit naik mobil dari Ubud, tapi cek dulu Google Maps sebelum berangkat, karena jalanan biasanya macet parah pas sore.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

2. Pasar Kreneng dan Badung (Denpasar)

Ibu kota Bali ini tempatnya lihat kehidupan kota Bali dari dekat. Pasar Kreneng itu rame banget street foodnya, paling seru kalau malam. Sementara Pasar Badung, pasar besar di pinggir sungai yang buka 24 jam, adalah pusat perdagangan tradisional yang luas banget, penuh hasil bumi dan barang-barang lokal, masuknya gratis. Dekat sana, toko kain di Jalan Sulawesi jual tekstil berkualitas tinggi, cocok buat oleh-oleh atau biar kalian bisa bikin baju couple yang dijahit khusus. Ke Denpasar itu gampang kok dari Seminyak atau Canggu, tapi hati-hati macetnya parah ya.

๐Ÿ“ Pasar Kreneng di Maps

๐Ÿ“ Pasar Badung di Maps

3. Pasar Malam Sindhu (Sanur)

Di pesisir selatan, Pasar Malam Sindhu di Sanur ini semacam perkenalan yang pas: bersih, rapi, ramah turis, dan ukurannya juga lumayan kecil, terus kebanyakan penjualnya bisa sedikit bahasa Inggris. Gampang banget buat coba sate ayam dan martabak pertama kali di sini, tanpa keramaian kota. Asyik banget buat mampir kalau kalian lapar setelah seharian di pantai, karena cuma jalan kaki sebentar dari Sindhu Beach. Bukanya sore menjelang malam, paling oke antara jam 6 sore sampai jam 7 malam, waktu semua penjual sudah siap. Kayak kebanyakan pasar malam di Bali, jangan harap yang mewah-mewah ya: bangku plastik, lampu kelap-kelip, motor, anjing jalanan yang lewat, dan beberapa makanan Indonesia terbaik yang bisa kalian makan cuma modal receh.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

4. Pasar Klungkung (Bali Timur)

Tempat yang oke buat mampir pas kalian pulang dari Padangbai, tempat feri ke Gili Islands berangkat. Persis di seberang Kerta Gosa yang bersejarah itu, Pasar Tematik Klungkung ini punya plot twist yang seru: pasar street food yang udah di-makeover jadi lebih rapi kayak restoran, tapi harganya tetap harga kaki lima. Lupakan deh bayangan pasar yang sempit dan gerah itu. Area makan yang udah direvitalisasi ini luas, bersih, dan estetik, terus juga belum terlalu banyak disentuh turis. Makanya, tempat ini cocok banget buat kencan santai sambil sharing sepiring serombotan, campuran sayuran rebus khas Klungkung yang terkenal dengan saus kacang pedas membara dan kelapa parut sangrai.

Peringatan kecil buat kalian: Tingkat pedas di sini itu nggak disesuaikan buat lidah Barat, ya. Jadi, kalau kalian berdua nggak terlalu kuat pedas khas Bali, siapin deh jajan pasar manis atau minuman dingin di dekat kalian.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Kalau kalian lebih suka pergi sama orang yang tahu tempat dan apa yang harus dipesan, Bali Culinary Tours punya tur pasar malam berpandu di Gianyar dan Denpasar. Mereka bakal bantu kalian supaya nggak pusing milih makanan, bantu biar nggak kena โ€œBali bellyโ€ (diare), dan ngajak kalian nyobain rasa-rasa yang jarang banget ditemuin turis lain.

Mencari Bahan Makanan dengan Locavore NXT

Kami kira kami sudah lihat dan cicipin sebagian besar yang Bali punya. Tapi sehari foraging bikin kami sadar, kami salah!

Makan Malam di Locavore NXT

Locavore NXT ini bisa dibilang restoran fine dining terbaik di Bali, bahan-bahannya semua dari lokal. Pengalaman bersantapnya itu menyeluruh banget, ngajak kamu dari lab fermentasi ke gudang jamur dan kebun herba di rooftop. Kita sudah kenal betul restoran ini, terkenal dengan hasil bumi lokal musiman dan keahlian mereka yang hati-hati, tapi kita belum pernah ikut foraging trail mereka.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Mengintip pengalaman Locavore NXT Mengintip pengalaman Locavore NXT

Foraging Trail di Buahan dan Payangan

Harinya dimulai dengan sarapan di Locavore NXT, dan bukan sarapan hotel biasa, tapi yang bener-bener Bali: nasi ketan dibungkus daun dengan singkong, jagung, dan gula aren di dalamnya. Makanan yang sudah kasih sinyal kalau hari itu bakal beda. Dari sana kamu nyetir ke utara, ke daerah Buahan di atas Ubud, menuju pegunungan Kintamani. Makin tinggi kamu naik, makin sejuk udaranya dan makin subur tanah vulkaniknya. Tumbuhannya berubah, jadi makanannya juga ikut berubah.

Seorang forager lokal jadi pemandu kami keliling kebun dan hutan sekitarnya. Di sana kami nyobain madu dari lebah tanpa sengat, empat jenis markisa, aneka herbal, ulat sagu, dan agak โ€œtipsyโ€ sedikit dari arak baru dibikin pakai gula aren. Ini bukan cuma pemandu yang nunjuk-nunjuk tanaman. Tapi ini orang yang sudah habisin seumur hidupnya buat belajar tumbuh-tumbuhan Bali dan senang berbagi. Kami lihat herbal yang belum pernah kami temukan selama ini di sini, banyak di antaranya sudah dipakai sebagai obat turun-temurun, dan bahkan ada daun hijau yang aftertaste-nya bikin lidah โ€˜kesemutanโ€™ kayak Sichuan pepper di hot pot enak.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Hari itu ditutup dengan makan siang di hutan, dijamu keluarga si pencari bahan makanan (yang masak itu istrinya guide kita). Kami makan tipat cantok, sepupu lokalnya gado gado yang bahannya hampir semua dicari atau ditanam di lokasi. Rasanya santai dan hangat, dan tahu sebagian besar baru dipetik beberapa menit sebelumnya, itu jadi spesial banget.

Catatan praktis: pesan jauh-jauh hari, karena tempatnya terbatas. Kami sangat menyarankan kalian makan malam di Locavore NXT malam sebelumnya, karena dua pengalaman ini saling berkaitan dan patut kalian rencanakan baik-baik.

Kelas memasak di Bali

Di Bali banyak banget kelas memasak, mulai dari program resort kayak di The Menjangan di Bali Barat sampai dapur tersembunyi di pinggir pantai dan workshop di desa-desa. Tapi untuk bulan madu kalian, kalian pasti mau yang dijalankan sama penduduk lokal yang passionate dan sepadan sama waktu pagi kalian. Ini dia kelas-kelas yang bakal kami pesan.

1. Kelas Memasak Paon, Ubud

Ini favorit kami, dan kami sudah coba beberapa. Paon dijalankan sama Puspa, seorang wanita Bali yang mengubah umah (komplek keluarga tradisional) miliknya jadi sekolah memasak, jadi kalian itu tamu di rumah seseorang, bukan cuma pelanggan di tempat wisata. Dimulai dengan kunjungan ke pasar pagi buat beli bahan-bahan yang bakal kalian pakai. Balik ke kompleknya, kalian bakal bikin sate lilit, urap, kari Bali, sambal matah, gado gado dan pisang goreng di dapur terbuka. Kelasnya nggak privat, jadi kalian bakal berbagi dapur sama rombongan kecil wisatawan lain, tapi yang paling berkesan itu suasananya: sesajen di sudut-sudut dan suara pagi pedesaan di sekeliling.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Tips booking: pesan jauh-jauh hari. Tempatnya terbatas, makanya hasilnya bagus.

2. Kelas memasak Hotel Tugu, Canggu

Kalau kamu pikir Canggu itu isinya cuma beach club hits dan motor berisik, coba deh ikut kelas masak di Hotel Tugu Bali. Cuma semenit dari pantai Batu Bolong, hotelnya itu kayak museum kecil seni dan budaya Indonesia, semacam oase otentik di tengah hiruk pikuk Canggu yang gemerlap. Kelas ini terbuka buat tamu dari luar juga, dan hotelnya senang pamer kalau mereka pernah kedatangan bangsawan dan presiden, jadi, ini kesempatan kamu buat kuasai dapurnya! Pilihan yang bagus kalau kalian nginep di Canggu, meskipun memang agak lebih mahal dibanding kelas-kelas lain di sini.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

3. Kelas Masak Anandini: Dari Kebun ke Meja, Sidemen

Sidemen itu salah satu lembah di Bali yang paling indah tapi jarang didatangi, penuh terasering sawah dan sungai, dengan Gunung Agung membentang di kejauhan. Anandini punya kelas yang tenang dan berbasis tumbuhan di sana, buat vegan atau non-vegan yang suka banget makanan lokal asli. Buat pasangan yang lebih suka santai daripada menghadapi pagi yang sibuk lagi di Ubud, kalian bakal panen bahan organik bareng sebelum dimasak. Minusnya: lumayan jauh perjalanan kalau kalian nggak nginep dekat situ, dan pecinta daging sejati mungkin bakal kangen hidangan ayam atau ikan tradisional.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

4. Kelas Masak Rendang, Seminyak

Kelas ini fokusnya cuma ke satu hidangan aja, dan ini salah satu masakan Indonesia favorit kita: rendang, daging sapi yang dimasak perlahan pakai santan dan bumbu kompleks, aslinya dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat (meskipun orang Malaysia juga bangga mengklaimnya). Ini salah satu resep paling menantang secara teknis dalam masakan Indonesia, jadi, ini kelas berbasis keterampilan buat pasangan yang pengen pulang bisa bikin sesuatu yang luar biasa. Memang nggak ada pemandangan hutan atau pilihan menu yang beragam, tapi ya itu kenyataannya kelas di Seminyak yang ramai.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Tips kecil: banyak hotel di Bali yang ngadain kelas masak buat tamunya, jadi, coba tanya aja di hotel kalian sebelum booking tempat lain. Seringkali ini pilihan yang paling gampang.

Pasar Pagi di Bali

Kalau pasar malam itu tempat Bali makan-makan, nah pasar pagi (morning market) itu tempatnya Bali belanja. Di sinilah warga lokal beli bahan-bahan segar buat hari itu: sayur dan buah yang masih ada tanah sama embunnya, ikatan rempah-rempah, bunga-bunga buat sesajen, sampai ayam hidup, dibeli dan dijual cepet dan ribut sama orang-orang yang udah ke pasar itu seumur hidup mereka. Momen favorit kita sejauh ini itu pas ngeliat sepasang kekasih nawar harga satu barang bareng-bareng sampai penjualnya akhirnya ngalah.

Pasar pagi setempat di Bali Pasar pagi setempat di Bali

Ada Pasar Pagi di Setiap Desa

Setiap desa punya satu, jadi gak perlu direncanain. Kebanyakan udah selesai jam 8 pagi, pas banyak turis masih tidur dan Bali udah bangun sepenuhnya. Selama beberapa jam itu, pulau ini sepenuhnya milik orang Bali, dan jalan-jalan di sana, sebentar aja, itu pengalaman paling deket buat kalian ngeliat Bali yang sebenarnya di balik apa yang ditunjukin ke pengunjung. Warna-warni, aroma dupa bercampur buah tropis, dan tawar-menawar dalam bahasa Bali di sekitar kalian itu hampir gak ada biayanya, tapi membekas banget.

Pengalaman Bertani Padi

Perhatian: yang ini bikin tangan kalian kotor, beneran. Tapi kalau ada satu pengalaman di Bali yang jadi cerita pasangan terus-terusan sampai lama setelah bulan madu, ya ini dia.

Hubungan Bali dengan beras itu bukan cuma soal pertanian, tapi juga spiritual. Sistem irigasi subak, yang udah berumur berabad-abad dan diakui UNESCO, itu gabungan dari kecanggihan teknik dan praktik spiritual, dengan pura-pura air yang menentukan kalender tanam, dan siklus padi yang membentuk festival, sesajen, dan kehidupan sehari-hari. Melangkah ke sawah bareng berarti kalian melangkah ke sesuatu yang udah dianggap suci sama Bali selama berabad-abad, dan ada sesuatu yang sangat intim dari dua orang yang tangannya menyentuh tanah yang sama.

Pengalamannya sendiri itu becek, fisik, dan bukan kayak spa. Justru kontrasnya itu yang bikin spesial. Kalian bakal kerja bareng petani Bali, nanam atau panen tergantung musimnya, terus pulang ke hotel capek, dengan tanah di bawah kuku, dan rasa bahagia yang beda karena udah ngelakuin sesuatu yang โ€˜realโ€™ bareng-bareng.

Tur malam menanam dan kunang-kunang Pemulan Bali, dekat Ubud

Kami merekomendasikan Pemulan Bali dekat Ubud, yang menggabungkan aktivitas menanam padi dengan makan malam dan jalan-jalan lihat kunang-kunang di malam hari. Kombinasi ini romantisnya kebangetan: kalian menghabiskan siang hari menyatu dengan sesuatu yang kuno dan membumi, lalu lihat hutan menyala setelah gelap. Bagian kunang-kunangnya ini enggak bisa difoto, tapi bakal terus kalian kenang lamaaa banget.

๐Ÿ“ Kunjungi Pemulanbali.com

Sababay Winery, Wine Asli Bali

Kami pertama kali mampir ke Sababay kebanyakan sih karena penasaran. Wine di Bali? Enggak berharap banyak. Kami di sana dua jam, pulang bawa sebotol rosรฉ mereka, dan sejak itu selalu merekomendasikannya ke hampir setiap pasangan yang kami ajak ngobrol.

Sababay Winery sudah bikin wine dari anggur yang ditanam di Bali sejak 2010, dan beberapa produknya sudah memenangkan penghargaan. Winery ini ada di Gianyar, di sepanjang jalan pesisir timur dari Denpasar, sekitar 45 menit dari Ubud atau Sanur. Tur berpemandu akan membawa kalian melihat seluruh proses dari anggur sampai jadi botol, dilanjutkan dengan sesi tasting produk mereka: dry whites, rosรฉs, sparkling, dan red. Wine-nya enggak punya karakter Eropa dan memang enggak berusaha jadi begitu. Rasanya seperti anggur tropis yang tumbuh di tanah vulkanik, dibikin sama orang-orang yang udah lebih dari lima belas tahun belajar cara bikinnya yang benar, dan itu menarik dengan caranya sendiri.

๐Ÿ“ Kunjungi Sababaywinery.com

Olivia & Dirk di piknik Sip of Love setelah tur kebun anggur Olivia & Dirk di piknik Sip of Love setelah tur kebun anggur

Buat kalian pasangan, ada dua pengalaman yang kami rekomendasikan banget. Yang pertama adalah Sip of Love, paket pasangan dari Sababay: tur kebun anggur pribadi dilanjutkan dengan piknik romantis di taman tropis mereka, dengan empat jenis wine dan sepiring cokelat buatan perajin lokal. Dua jam yang santai cuma buat kalian berdua, dan ini yang akan kami pesan, makanya ini masuk daftar aktivitas romantis di Bali kami. Yang kedua adalah Tour and Dine, tur yang sama tapi diakhiri dengan menu set di taman, dengan hidangan utama dan penutup yang disesuaikan dengan setiap wine. Ini lebih cocok kalau kalian lebih suka duduk di meja makan yang layak, atau ingin menghabiskan sore dengan santai dan tiba dalam keadaan lapar.

Waktu mepet, atau belum yakin apakah wine Bali cocok buat kalian? Wine Down in the Garden adalah sesi santai mencicipi empat jenis wine dengan pemandangan taman dan tanpa buru-buru, cara yang bagus untuk mencoba sebelum memutuskan paket yang lebih lama.

Tips booking: semua paket tersedia setiap hari dan bisa dipesan langsung ke Sababay. Pesan setidaknya sehari sebelumnya, terutama untuk Sip of Love. Winery ini gampang banget disambungin ke kunjungan sehari di Bali tengah, atau sore yang tenang setelah pagi di jalur foraging Locavore NXT.

Ini pengalaman kuliner yang kami suka banget dan masih sering kami datengin lagi. Milih mana yang pas buat honeymoon kalian, waktunya, kombinasinya, mau foraging sebelum atau sesudah makan malam di Locavore NXT, nah di situlah kami bisa bantu. Kalau kalian mau rekomendasi yang pas banget buat kalian berdua, jasa perencanaan honeymoon kami itu dibuat khusus buat ini.

Kami Olivia & Dirk

Hai! Website ini kami susun dengan hati-hati, dari pengalaman kami sendiri plus pengalaman tim BaliHoneymoon.com. Sebagai pasangan, kami sudah 8 tahun tinggal di Bali, dan jatuh cinta sama pulaunya. Kami sudah jelajahi setiap sudut Bali, apalagi tempat-tempat romantis ;-). Artikel kami memang ada tautan afiliasi, tapi kamu bisa percaya: kami cuma rekomendasikan yang kami sendiri suka.

Kami bisa bantu bulan madu kalian jadi pas:
๐Ÿงก Cek paket bulan madu Bali kami untuk bulan madu romantis yang santai.
๐Ÿงก Biarkan kami rancang itinerary khusus sesuai minat kalian.
๐Ÿงก Pesan pengalaman romantis yang unik bersama kami.

Baca lebih lanjut tentang BaliHoneymoon.com dan tim lokal kami di Bali.