50 Bayi Penyu: Balihoneymoon.com Berbagi dengan Komunitas
Pada tahun 2025, Balihoneymoon.com mengalami salah satu periode pertumbuhan perusahaan terbaik yang pernah kami miliki. Kami melakukan rebranding perusahaan dari Bali Honeymoon Guide menjadi Balihoneymoon.com, memperluas tim kami di setiap departemen, dan mulai bekerja dari kantor kami di Ubud. Dengan segala pencapaian yang telah kami raih, kami merasa inilah saat yang tepat untuk memberikan kembali atas apa yang telah kami terima dari lingkungan sekitar kami, baik itu komunitas kami maupun alam kami.
Desember 2025 adalah waktu yang tepat untuk menutup tahun dengan memberikan kembali kepada komunitas. Kami memilih untuk mendukung salah satu mitra kami, Saba Asri Turtle Conservation, sebuah inisiatif konservasi penyu laut yang didanai secara mandiri, didirikan oleh seorang nelayan lokal, Made Kikik, dan berlokasi di Pantai Saba, Gianyar, Bali.
Bagi siapa pun yang pernah mengunjungi Bali, bukan hal yang mengejutkan untuk melihat banyak anjing liar berkeliaran di lingkungan permukiman, jalanan, dan pantai. Di sepanjang garis pantai, anjing-anjing ini sering menggali sarang penyu dan memakan telurnya. Inisiatif ini diciptakan untuk melindungi penyu laut dari ancaman-ancaman ini dan untuk meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup.
Kami memilih Konservasi Penyu Saba Asri tidak hanya karena kami telah bermitra dengan mereka sejak perusahaan kami didirikan, tetapi juga karena, sebagai agen perjalanan, kami tidak hanya membawa pengunjung untuk menikmati alam, tetapi juga percaya bahwa itu adalah tanggung jawab kami untuk membantu melindunginya. Mendukung konservasi adalah cara kami menyeimbangkan dampak pariwisata dengan tindakan positif bagi lingkungan.
Pada tanggal 8 Desember, tim Balihoneymoon.com menuju Konservasi Penyu Saba Asri, di mana kami bertemu dengan tim konservasi, berkeliling tempat itu, dan berbagi percakapan tentang apa arti ‘memberi kembali’ yang sesungguhnya bagi kami.
Proses konservasi ini sangat sederhana, namun membutuhkan perawatan yang konsisten. Langkah pertama adalah mengumpulkan telur penyu selama musim bertelur, yang biasanya terjadi dari bulan Maret hingga September, ketika penyu naik ke darat di malam hari untuk bertelur. Karena kami berkunjung pada bulan Desember, kami tidak memiliki kesempatan untuk mengumpulkan telur, namun tim menunjukkan kepada kami seperti apa sarang penyu dan mengedukasi kami tentang cara mengidentifikasinya, sehingga kami lebih waspada jika kami menemukan salah satunya di sepanjang garis pantai.
Langkah selanjutnya adalah inkubasi, yang memakan waktu sekitar 45–50 hari, dengan tingkat keberhasilan hingga 80%, kecuali jika telur tidak sehat. Sarang-sarang tersebut ditutupi dengan jaring ikan untuk melindungi telur dan bayi penyu dari predator seperti anjing dan burung. Penyu yang terluka, sakit, atau terlahir dengan cacat menjalani masa perawatan dan ditempatkan di kolam suaka hingga pulih sepenuhnya dan siap dilepaskan ke laut.
Setelah mempelajari prosesnya, kami beralih ke tujuan utama kami yaitu melepaskan bayi penyu ke laut. Kami memutuskan untuk melepaskan 50 bayi penyu karena ini melambangkan jumlah pasangan yang telah kami sambut tahun ini. Setiap penyu melambangkan satu pasangan yang kami berkesempatan untuk merencanakan dan mendukung sepanjang perjalanan bulan madu mereka bersama kami di Balihoneymoon.com. Secara alami, bayi penyu kembali ke laut dalam waktu 24 jam setelah menetas, mengikuti insting mereka untuk mencapai laut. Namun, menjaga mereka selama beberapa hari atau minggu membantu melindungi mereka dari predator, kondisi cuaca, dan risiko lainnya, memberi mereka peluang bertahan hidup yang lebih baik setelah dilepaskan.
Melepas 50 tukik menjadi cara yang bermakna untuk menutup tahun kami, karena ini mencerminkan komitmen kami untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat lokal dan mendukung inisiatif yang melindungi lingkungan alam Bali. Dengan berkontribusi pada konservasi penyu lokal, kami mendukung mitra lokal dan membantu melestarikan ekosistem yang menopang masyarakat pesisir. Inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami terhadap tanggung jawab sosial, memastikan bahwa pekerjaan kami menciptakan dampak positif tidak hanya bagi klien kami, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.
We are Olivia & Dirk
Hi! We have put together this website with a lot of care, based on our own experiences as well as the experiences of our BaliHoneymoon.com team. As a couple, we have lived in Bali for the past 8 years, and we fell in love with the island. We have visited every corner of Bali, especially the romantic places ;-). While our articles do contain affiliate links, you can trust us to recommend only the experiences that we love.
We can help make your honeymoon perfect:
🧡 Check our Bali honeymoon packages for a stress-free romantic honeymoon.
🧡 Let us design a personalized custom honeymoon itinerary based on your interests.
🧡 Book unique romantic experiences with us.
Read more about BaliHoneymoon.com and our local Bali-based team.

