Di sinilah 500 pohon kelapa bertemu pasir hitam

Kata Google Maps, ini perjalanan 2,5 jam dari bandara. Yang nggak dikasih tahu adalah di suatu tempat setelah Tanah Lot, lalu lintasnya mulai sepi, villa-villa menghilang, dan Bali mulai kelihatan kayak dulu sebelum ada beach club. Kelapa Retreat & Spa letaknya persis di sana, di pantai pasir hitam Pekutatan, nggak jauh dari tempat surfing Medewi yang sebagian besar turis nggak pernah sampai sana. Itu yang bikin kami penasaran sampai mau nyetir ke sana.

Kelapa Retreat & Spa di Pekutatan, Bali Barat

Vila private pool yang nyempil di kebun kelapa retreat. Vila private pool yang nyempil di kebun kelapa retreat.

Kami nginep dua malam di Kelapa, terus setelah itu kami bandingin kesan kami dengan lebih dari 850 review di Google, Tripadvisor, dan Booking.com, di mana sebagian besar skornya antara 9,2 sampai 9,5 dari 10. Kelapa nyebut dirinya resort butik bintang 5 di bawah 500 pohon kelapa, tempat pribadi buat ngerasain hidup ala pulau yang jauh dari area turis Bali yang ramai. Setelah kami nginep, kami setuju banget sama deskripsi itu. Sesuai banget sama yang kami lihat.

Vila-vila di Kelapa Retreat

Kita nginep di Ocean Pool Villa, lengkap dengan plunge pool pribadi yang cuma beberapa langkah dari kasur, dan lautnya deket banget sampai bisa denger ombak waktu tidur. Vila-vilanya tersebar di bawah pohon kelapa, jadi walaupun resort-nya penuh, enggak pernah terasa ramai. Buat pasangan, pilihan utamanya biasanya cuma dua: seberapa deket kamu mau ke air, sama apakah kamu mau punya kolam renang pribadi. Beach Villas dan Ocean Villas menghadap laut, luasnya sekitar 100 meter persegi masing-masing. Versi Pool Villa-nya nambah kolam renang pribadi dan jadi 150 meter persegi. Ada juga Garden Pool Villa kalau kamu lebih suka pemandangan hijau daripada laut. Jungle Villas letaknya agak di belakang di taman dan berbagi kolam renang, jadi cocok buat pasangan yang memang bakal lebih banyak habiskan waktu di pantai. Kalau datang sama teman-teman? Kelapa Beach House punya dua kamar tidur pas di tepi pantai, dan Kelapa Residence yang paling gede di antara semuanya, dengan dua kamar tidur, ruang tamu lengkap, dan satu-satunya rooftop pribadi di properti ini.

Tides Restaurant & Bar

Paket kami termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam di Tides, restoran resort yang pas di tepi pantai, ditambah semua minuman non-alkohol. Menunya campuran hidangan favorit Western, seafood segar, dan masakan Indonesia, dan kami terus-terusan pesan dari menu lokalnya. Di malam kedua kami, timnya siapin makan malam romantis pribadi di pantai, lengkap dengan lilin dan segala macemnya, dan itu jelas jadi makanan terbaik selama kami nginep. Tides satu-satunya restoran di sana untuk saat ini (kami dengar ada rencana restoran kedua), jadi kalau kamu nginep lebih dari empat atau lima malam, siap-siap aja lihat menu yang sama beberapa kali.

Samudra Spa dan yoga di tepi laut

Paket kami sudah termasuk pijat pasangan satu jam di Samudra Spa, dan tempat spa ini punya salah satu lokasi terbaik yang pernah kami lihat di Bali. Ruang perawatannya punya jendela lebar terbuka menghadap laut, jadi suara ombaknya sudah jadi โ€˜speakerโ€™ alami, nggak perlu pakai yang lain. Pijatnya sendiri beneran bikin rileks, dan setelah perjalanan panjang, ini pas banget buat hari pertama kami di sana. Kalau kamu pesan perawatan di luar paket, harganya pakai dolar AS dan lebih mahal dibanding kebanyakan spa di Bali, jadi siap-siap ya. Selain spa, ada juga yoga shala di pinggir pantai dan retreat yoga beberapa malam buat pasangan yang mau liburan lebih lama sambil mendalami yoga.

Pagi Hari di Kelapa: yoga, masak, dan tanam kelapa

Tiap pagi dari jam 7 sampai 8, resor ini ngadain kelas yoga gratis, dan kami ikut dua pagi itu. Ini salah satu cara paling enak buat mulai hari di Bali. Paket kami juga udah termasuk akses ke kelas masak Bali, kalau kamu lebih suka ngabisin pagi di dapur.

Suatu pagi, tim mereka ngajak kami ke Kelapa Garden, area hutan milik resor di belakang vila-vila, dan kami disuruh tanam pohon kelapa sendiri, jadi target โ€œ500 pohon kelapaโ€ itu terus bertambah. Ini sih hal kecil, tapi nunjukkin ke kami kalau keberlanjutan di sini itu bagian dari keseharian, bukan cuma tulisan di brosur.

Sore Hari di Pantai dan di Medewi

Sorenya, kami kebanyakan cuma di dekat pantai. Ayunan ban di pantai resort itu jadi spot foto favorit kami, dan kami jalan-jalan sekitar sejam di sepanjang garis pantai dua arah tanpa ketemu siapa-siapa. Jalan ke utara pantai, ke arah spot surfing Medewi, kami nemu Bombora Medewi, bar dan restoran di pinggir pantai dengan minuman dingin dan suasananya santai ala anak surfing. Worth it banget mampir ke sana, walaupun kalian berdua nggak surfing.

Paket honeymoon, lamaran, dan pernikahan di Kelapa

Liburan kami waktu itu pakai paket honeymoon Kelapa: dua malam di pool villa, full board di Tides dengan minuman non-alkohol, pijat pasangan, makan malam romantis di pantai, dan aktivitas gratis harian. Paketnya terasa dipikirkan baik-baik, setiap bagiannya bikin perjalanan jadi makin seru. Paket honeymoon di website Kelapa sekarang kelihatannya agak beda. Mulainya dari tiga malam dan sudah termasuk sarapan harian, satu makan malam romantis dengan lilin, pijat pasangan 60 menit, mandi bunga, floating breakfast, sesi foto pakai baju adat Bali, dan menanam pohon kelapa sendiri. Paket-paket ini bisa berubah sepanjang tahun, jadi cek lagi versi terbarunya sebelum kamu booking ya.

Kelapa juga punya paket lamaran di pantai di area pantainya sendiri, dan bisa mengatur destination wedding lengkap buat pasangan yang mau langsung sah di sana. Nggak banyak resort sejauh ini dari bandara yang siap buat ngadain pesta pernikahan lengkap, dan Kelapa Retreat & Spa ini salah satunya.

Apa kata tamu lain tentang Kelapa

Kami bukan satu-satunya yang merasa diperhatikan. Nama staf seperti Edy, Ari, Made, Rai, dan Anggi muncul terus di ulasan tamu lain, dan nama itu gampang diingat kalau pelayanannya personal banget. Ini juga sesuai banget sama pengalaman kami. Hal lain yang sering banget disebut sama pengulas adalah ketenangan atau suasana yang private. Tamu-tamu bilang, mereka bisa jalan kaki panjang di pantai tanpa ketemu turis lain, dan lebih dari satu ulasan bilang kalau suasana tenang itu bikin mereka makin dekat sebagai pasangan di akhir masa menginap. Setelah dua malam kami di sana, kami juga bilang hal yang sama. Kalau kamu mau coba Kelapa ini dipadukan dengan bagian pulau yang lebih ramai, panduan pantai Bali kami membahas pantai-pantai dengan vibe yang beda banget.

Yang bagus dan yang kurang bagus di Kelapa Retreat & Spa

Yang bagus-bagus dulu ya. Stafnya disebut dan dipuji di hampir setiap ulasan yang kami baca, dan mereka memang begitu selama kami menginap. Nggak ada vila yang pakai dinding bareng, jadi privasimu terjamin banget. Terus, paket honeymoon, lamaran, dan pernikahan mereka itu lengkap dan rapi, jadi kamu nggak perlu ribet nyusun-nyusun sendiri.

Nah, sekarang hal-hal yang perlu kamu tahu sebelum booking. Kelapa ini jaraknya 2,5 sampai 3 jam dari bandara, jadi ini tujuan utama, bukan cuma buat singgah sebentar. Cuma ada satu restoran di sana, jadi menunya bakal mulai berulang setelah empat atau lima malam. Pantainya pasir hitam, dan pas air pasang kadang bawa sampah atau puing-puing. Terus, perawatan spa yang dipesan di luar paket itu biayanya lebih mahal dari rata-rata di Bali.

๐Ÿ“ Lihat di Google Maps

Kesimpulan kami tentang Kelapa Retreat & Spa

Dua malam di sini cukup buat kami paham kenapa perjalanan jauhnya nggak bikin orang kapok. Kelapa memang bukan buat semua orang, dan mereka juga nggak berusaha jadi gitu. Kalau kamu mau bulan madu yang tenang tanpa gangguan, bisa jalan-jalan di pantai sepi, dan stafnya udah hapal nama kalian di hari kedua, malah jarak yang jauh itu jadi bagian dari daya tariknya. Itu yang kami rasain. Kalau kalian lebih suka ada beach club dan nightlife hampir tiap malam, panduan bulan madu Canggu dan panduan bulan madu Seminyak kami mungkin lebih cocok buat kalian. Buat staycation yang lebih tenang di sisi pulau ini, coba deh cek panduan bulan madu Bali Barat kami. Nah, kalau kalian mau gabungin beberapa hari di sini sama tempat yang lebih sentral, layanan perencanaan bulan madu kami bisa nyusunin seluruh itinerary-nya buat kalian.

Kami Olivia & Dirk

Hai! Website ini kami susun dengan hati-hati, dari pengalaman kami sendiri plus pengalaman tim BaliHoneymoon.com. Sebagai pasangan, kami sudah 8 tahun tinggal di Bali, dan jatuh cinta sama pulaunya. Kami sudah jelajahi setiap sudut Bali, apalagi tempat-tempat romantis ;-). Artikel kami memang ada tautan afiliasi, tapi kamu bisa percaya: kami cuma rekomendasikan yang kami sendiri suka.

Kami bisa bantu bulan madu kalian jadi pas:
๐Ÿงก Cek paket bulan madu Bali kami untuk bulan madu romantis yang santai.
๐Ÿงก Biarkan kami rancang itinerary khusus sesuai minat kalian.
๐Ÿงก Pesan pengalaman romantis yang unik bersama kami.

Baca lebih lanjut tentang BaliHoneymoon.com dan tim lokal kami di Bali.